Menurutnya, sebagai pengusaha fluktuasi biaya produksi seringkali terjadi sehingga menjadi hal yang biasa.
Pihaknya hanya perlu melakukan adaptasi agar dapat melakukan penyesuaian karena kondisi tersebut.
Baca Juga:
PLN Pertahankan Tarif Listrik, ALPERKLINAS Dorong Penguatan Layanan untuk Masyarakat dan UMKM
"Saat Ramadan misalnya, harga tepung itu naik. Tapi kami antisipasi sebelumnya. Yang kasihan itu konsumennya dengan naiknya harga ini," jelas dia.
Diketahui, Jenang Karomah membutuhkan listrik untuk mengaduk jenang selama empat jam per masakan.
Dalam satu kali masakan, Jenang Karomah mengolah sedikitnya 35 kilogram beras ketan. Setiap hari, dapurnya mengolah sebanyak tujuh sampai 10 kali masak.
Baca Juga:
Tarif Listrik Triwulan I 2026 Tetap, PLN Dukung Upaya Pemerintah Jaga Daya Beli
Sementara itu, Koordinator Kehumasan Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) PLN Kudus, Nurbowo Dwinalto Arindra menyampaikan, kenaikan tarif listrik itu untuk pengguna di atas daya 3.500 VA dan kantor pemerintahan.
"Kenaikan tarif ini supaya subsidi yang diberikan pemerintah tepat sasaran," ujar dia.
Menurutnya, saat ini pelanggan tersebut selanjutnya akan menyesuaikan dengan kondisi harga batubara.