Selain KEK Industropolis Batang, kerja sama itu juga mencakup Bintan Industrial Estate dan Aviarna Industrial Estate.
Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus Edwin Manansang sebelumnya menyebut TCTP berpotensi menjadi katalis pengembangan Eco-Industrial Park.
Baca Juga:
KEK Batang Perkuat Kualitas Tenaga Kerja, MARTABAT Prabowo-Gibran: Talenta Lokal Jadi Fondasi Industrialisasi
Pengembangannya mencakup transfer teknologi hijau, simbiosis industri, investasi berkualitas, energi bersih, ekonomi sirkular, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan integrasi rantai pasok internasional.
Tohom menilai konsep Eco-Industrial Park di Batang perlu dikembangkan sebagai ekosistem industri yang mempertemukan kepentingan investasi dan efisiensi energi.
Konsep itu juga harus tetap menjaga produktivitas, perlindungan lingkungan, serta pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.
Baca Juga:
GI 150 kV Pabuaran Perkuat Industri Subang, ALPERKLINAS: PLN Hadirkan Energi untuk Masa Depan Ekonomi Daerah
“Kalau Batang mampu membangun model industri yang kompetitif sekaligus rendah karbon, kawasan ini bisa menjadi etalase baru Indonesia dalam menawarkan masa depan industrialisasi kepada investor global,” katanya.
KEK Industropolis Batang telah memiliki modal awal menuju kawasan industri hijau melalui capaian Greenship Neighborhood Platinum pada tahap desain dan perencanaan.
Kawasan tersebut juga telah memanfaatkan PLTS untuk Network Operation Center dan penerangan jalan.