Program tersebut kini telah berkembang menjadi tujuh unit aktif.
“Target akhirnya harus jelas, yaitu investasi tumbuh, industri nasional semakin kuat, teknologi hijau berkembang, tenaga kerja lokal naik kelas, dan UMKM masuk ke rantai pasok,” tutur Tohom.
Baca Juga:
KEK Batang Perkuat Kualitas Tenaga Kerja, MARTABAT Prabowo-Gibran: Talenta Lokal Jadi Fondasi Industrialisasi
Ia menambahkan, masyarakat sekitar juga harus merasakan langsung nilai ekonomi dari kehadiran kawasan industri.
Tohom menilai keberhasilan Batang nantinya dapat menjadi model pengembangan kawasan industri hijau di berbagai daerah Indonesia.
Penerapannya tetap perlu menyesuaikan karakter ekonomi, sumber daya, dan keunggulan masing-masing wilayah.
Baca Juga:
GI 150 kV Pabuaran Perkuat Industri Subang, ALPERKLINAS: PLN Hadirkan Energi untuk Masa Depan Ekonomi Daerah
“Dengan kepemimpinan nasional yang konsisten pada hilirisasi dan industrialisasi, Indonesia memiliki peluang besar menjadikan investasi asing sebagai instrumen untuk memperkuat kemandirian ekonomi,” pungkas Tohom.
Ia menilai arah tersebut juga dapat memperkuat daya saing produk industri Indonesia di pasar dunia.
[Redaktur: Sandy]