Selain itu, KEK Batang memiliki IPAL terintegrasi berkapasitas 18.000 meter kubik per hari.
Jaringan perpipaan sekitar 18 kilometer dan fasilitas pengolahan sampah terpadu berkapasitas 35 ton per hari juga telah tersedia.
Baca Juga:
KEK Batang Perkuat Kualitas Tenaga Kerja, MARTABAT Prabowo-Gibran: Talenta Lokal Jadi Fondasi Industrialisasi
Tohom yang juga Ketua Umum Aglomerasi Watch ini mengatakan bahwa pembangunan kawasan industri masa depan harus memiliki keterhubungan kuat dengan wilayah penyangga.
Menurutnya, pertumbuhan investasi jangan sampai menciptakan kantong ekonomi yang berdiri sendiri dan terpisah dari masyarakat sekitar.
“Batang harus tumbuh bersama daerah di sekitarnya melalui konektivitas logistik, perumahan pekerja, pendidikan vokasi, UMKM, transportasi, dan pengembangan pusat-pusat ekonomi baru,” ujar Tohom.
Baca Juga:
GI 150 kV Pabuaran Perkuat Industri Subang, ALPERKLINAS: PLN Hadirkan Energi untuk Masa Depan Ekonomi Daerah
Ia menilai pola pembangunan seperti itu akan membuat manfaat investasi menyebar lebih luas dan tidak hanya terkonsentrasi di dalam kawasan industri.
Tohom juga memandang kesiapan proyek hijau menjadi faktor penting karena investor dan lembaga pembiayaan semakin membutuhkan data lingkungan yang terukur.
Standar, baseline, serta sistem measurement, reporting, and verification atau MRV dinilai semakin penting sebelum modal ditempatkan.