Sementara, General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Tengah dan D.I.Yogyakarta, Mochamad Soffin Hadi menegaskan bahwa, komitmen PLN untuk memberikan kemudahan akses pelaku usaha melalui program Electrifying Agriculture merupakan wujud dukungan dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi di masyarakat.
“PLN siap untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan siap mendukung kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan Electrifying Agriculture. Saat ini PLN berharap bisa membantu kebutuhan ketersediaan listrik di pelosok-pelosok dan bersinergi dengan Pemkab Demak atau lainnya di wilayah Jawa Tengah dan DIY untuk melakukan sosialisasi.” jelas Soffin.
Baca Juga:
Siaga Penuh, PLN Jabar Sukses Jaga Keandalan Listrik di Momen Lebaran Idulfitri 1446 H
Soffin menambahkan bahwa, pelanggan PLN yang mengikuti program Electrifying Agriculture hanya dikenakan biaya penyambungan saja sedangkan biaya pembangunan jaringan kelistrikan menjadi tanggungan PLN.
Oleh karena itu, Soffin berpesan supaya pelanggan melakukan segala transaksi kelistrikan PLN dengan menggunakan aplikasi PLN Mobile dan menghindari calo atau perantara lainnya.
Dalam kurun waktu Januari 2023 hingga Juni 2023, PLN telah memberikan kemudahan akses listrik pada 2.025 pelaku usaha agrikultur di wilayah Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta dengan total daya tersambung sebesar 13.864,7 kiloVolt Ampere (kVA).
Baca Juga:
Tekan Emisi Karbon, PLN IP Helat Mudik Gratis
Adapun angka tertinggi dicapai pada bulan Juni 2023 dengan jangkauan pada 473 pelaku usaha dengan total daya tersambung 2.672,4 kiloVolt Ampere (kVA).[mga]