Jateng.WAHANANEWS.CO - Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran menyambut positif transformasi KEK Industropolis Batang menjadi kawasan industri berbasis teknologi, keberlanjutan, dan ekosistem terintegrasi sebagai bagian dari penguatan industrialisasi nasional.
Ketua Umum MARTABAT Prabowo-Gibran KRT Tohom Purba mengatakan, “KEK Industropolis Batang mempunyai peluang besar menjadi contoh bagaimana Indonesia membangun kawasan industri generasi baru yang tidak hanya menyediakan tanah dan pabrik, tetapi membentuk ekosistem teknologi, produksi, logistik, energi, dan sumber daya manusia.”
Baca Juga:
49 Hotel BUMN Masuk Satu Holding, MARTABAT Prabowo-Gibran: Momentum Bangun Raksasa Hospitality Nasional
Menurut Tohom, konsep The Shenzhen of Indonesia yang dikembangkan KEK Industropolis Batang merupakan visi besar yang perlu diterjemahkan menjadi kemampuan industri secara nyata.
Ia menilai keberhasilan Shenzhen tidak lahir hanya dari pembangunan kawasan industri, tetapi dari integrasi manufaktur, teknologi, inovasi, infrastruktur, investasi, dan jaringan rantai pasok.
“Kalau Batang ingin menjadi industrial tech-hub, ukurannya nanti harus terlihat dari jenis industri yang masuk, teknologi yang dibawa, tenaga kerja yang terserap, serta nilai tambah yang tinggal di Indonesia,” ujar Tohom.
Baca Juga:
KEK Kura Kura Bali Buka Pasar Global bagi IKM, MARTABAT Prabowo-Gibran: Model Pemberdayaan yang Perlu Diperluas
Ia mengatakan keberadaan KEK Industropolis Batang seluas sekitar 4.300 hektare memberikan ruang besar untuk membangun klaster industri yang saling terhubung.
Kawasan tersebut juga dapat menjadi magnet investasi baru bagi Jawa Tengah sekaligus memperluas pusat pertumbuhan ekonomi di Pulau Jawa.
Menurut Tohom, pengembangan KEK harus ditempatkan sebagai bagian dari strategi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat industrialisasi dan meningkatkan nilai tambah ekonomi nasional.