Tohom menilai keberhasilan kawasan tersebut dapat memperlihatkan bahwa industrialisasi, teknologi, investasi, keberlanjutan, dan pemerataan ekonomi dapat berjalan dalam satu ekosistem.
“Kalau Batang berhasil membangun model seperti itu, Indonesia bukan hanya memperoleh kawasan industri baru, tetapi mendapatkan mesin pertumbuhan yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional untuk jangka panjang,” ujar Tohom.
Baca Juga:
49 Hotel BUMN Masuk Satu Holding, MARTABAT Prabowo-Gibran: Momentum Bangun Raksasa Hospitality Nasional
Sebelumnya, Kepala Departemen Corporate Communication & CSR KEK Industropolis Batang Tanya Liwail Chamdy mengatakan komunikasi korporasi menjadi bagian penting dalam membangun pemahaman dan kepercayaan para pemangku kepentingan.
“Bagi kami, komunikasi bukan sekadar menyampaikan apa yang dilakukan perusahaan, tetapi bagaimana membangun pemahaman, kepercayaan, dan keterhubungan dengan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Tanya dalam keterangan tertulis, Rabu (19/8/2026).
KEK Industropolis Batang mengembangkan narasi The Shenzhen of Indonesia: Transforming Batang into Industrial Tech-Hub sebagai gambaran visi transformasi kawasan menjadi salah satu pusat industri berbasis teknologi di Indonesia.
Baca Juga:
KEK Kura Kura Bali Buka Pasar Global bagi IKM, MARTABAT Prabowo-Gibran: Model Pemberdayaan yang Perlu Diperluas
Kawasan seluas sekitar 4.300 hektare tersebut dikembangkan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru dengan fokus pada industri dan pengolahan, logistik dan distribusi, serta pariwisata.
KEK Industropolis Batang juga mengembangkan program PRIMA sebagai bagian dari penerapan prinsip keberlanjutan dan ketangguhan ekosistem industri.
Dua program komunikasi tersebut memperoleh apresiasi dalam PR of The Year 2026 yang diselenggarakan SWA dan Majalah MIX Marcom Indonesia.