“Kalau investasi masuk tetapi tenaga kerja lokal tidak memiliki kompetensi yang dibutuhkan, maka kita kehilangan sebagian besar kesempatan untuk menciptakan transformasi ekonomi,” ujarnya.
Tohom mengatakan keberhasilan KEK Industropolis Batang nantinya harus dapat dilihat dari tumbuhnya industri pendukung nasional.
Baca Juga:
49 Hotel BUMN Masuk Satu Holding, MARTABAT Prabowo-Gibran: Momentum Bangun Raksasa Hospitality Nasional
UMKM dan perusahaan domestik perlu memperoleh kesempatan masuk ke rantai pasok perusahaan besar yang beroperasi di kawasan.
Ia menilai strategi tersebut akan membuat manfaat investasi menyebar lebih luas daripada hanya tercermin dalam nilai investasi yang diumumkan.
“Target akhirnya harus membangun ekosistem industri Indonesia yang semakin mandiri, sehingga perusahaan nasional tumbuh bersama investor besar dan menjadi bagian dari rantai pasok global,” kata Tohom.
Baca Juga:
KEK Kura Kura Bali Buka Pasar Global bagi IKM, MARTABAT Prabowo-Gibran: Model Pemberdayaan yang Perlu Diperluas
Menurutnya, komunikasi korporasi yang dilakukan KEK Industropolis Batang juga memiliki posisi penting dalam membangun kepercayaan investor dan masyarakat.
Namun, reputasi kawasan dalam jangka panjang akan sangat ditentukan oleh realisasi investasi, kualitas infrastruktur, pelayanan investor, keberlanjutan, dan manfaat ekonomi kepada masyarakat.
MARTABAT Prabowo-Gibran berharap transformasi KEK Industropolis Batang dapat menjadi salah satu model pengembangan pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia.