Banyak perusahaan internasional kini mempertimbangkan aspek energi bersih, jejak karbon, pengelolaan lingkungan, dan tata kelola ketika menentukan lokasi investasi.
Tohom yang juga Ketua Umum Aglomerasi Watch ini mengatakan bahwa pertumbuhan KEK Industropolis Batang juga perlu dihubungkan dengan perkembangan wilayah di sekitarnya.
Baca Juga:
49 Hotel BUMN Masuk Satu Holding, MARTABAT Prabowo-Gibran: Momentum Bangun Raksasa Hospitality Nasional
Menurutnya, kawasan industri besar akan menghasilkan pergerakan manusia, barang, perumahan, transportasi, logistik, serta berbagai kegiatan ekonomi baru.
“Batang jangan berkembang sebagai pulau industri yang terpisah dari wilayah sekitarnya karena keberhasilan KEK justru harus mampu menggerakkan ekonomi kabupaten dan kota di kawasan tersebut,” kata Tohom.
Ia mengatakan konektivitas antara kawasan industri dengan permukiman, pusat logistik, pelabuhan, jaringan jalan, transportasi publik, dan pusat pendidikan perlu disiapkan secara terintegrasi.
Baca Juga:
KEK Kura Kura Bali Buka Pasar Global bagi IKM, MARTABAT Prabowo-Gibran: Model Pemberdayaan yang Perlu Diperluas
Perencanaan tersebut dinilai penting agar pertumbuhan industri tidak menghasilkan persoalan baru berupa kemacetan, tekanan terhadap hunian, maupun ketimpangan wilayah.
Menurut Tohom, pemerintah daerah juga perlu mempersiapkan tenaga kerja lokal agar mampu mengisi kebutuhan industri berteknologi tinggi.
Sekolah vokasi, politeknik, perguruan tinggi, dan pusat pelatihan dapat dihubungkan langsung dengan kebutuhan perusahaan yang beroperasi di kawasan.