Berdirinya kedai tersebut dibarengi usaha para pemuda desa mewujudkan energi mandiri.
"Karena ada aliran air kami berfikir untuk memanfaatkannya, paling tidak untuk menghidupkan lampu untuk kedai. Maka dari itu para pemuda membuat PLTMH," ucapnya kepada SuaraJawaTengah.id, beberapa waktu lalu.
Baca Juga:
Percepat Pemulihan Kelistrikan Pasca Bencana Aceh, Tim PLN UID Jakarta Raya Tuntaskan 38 Aktivitas Recovery
Perjuangan pemuda desa mewujudkan kemandirian energi pun tak berjalan mulus.
Namun dalam perjalanannya, para pemuda desa tak patah arang dan selalu berinovasi.
Bahkan PLTMH rakitan yang dipakai tak secanggih sekarang, lantaran bahan untuk PLTMH seadanya.
Baca Juga:
Siagakan 52 Personel, PLN UP3 Nias Pastikan Pasokan Listrik Aman selama Nataru
"Kami memanfaatkan bahan yang ada untuk merakit PLTMH, misalnya turbin dari dinamo mobil, kincir juga memanfaatkan veleg kendaraan bekas," paparnya pemuda Desa Ngesrepbalong itu.
Berkat kegigihan, PLTMH rakitan tersebut bisa digunakan hampir satu tahun lamanya.
Bahkan PLTMH rakitan yang dibuat para pemuda desa itu bisa menghasilkan listrik untuk penerangan kedai kopi.